Semarang, 6 Desember 2017, Magister Teknik Sipil mengadakan Kuliah Umum dengan tema “sertifikasi keahlian dalam menunjang pembangunan infrastruktur secara professional”. Sebagai pembicara dalam kuliah umum tersebut adalah Bapak Cakra Nagara, ST, MT, ME selaku Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Ibu Martalia Isneini, ST, ME, selaku Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Konstruksi, Balai Penerapan Teknologi Konstruksi. Sedangkan sebagai moderator acara tersebut adalah Bapak Dekan Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Ir. M. Agung Wibowo, MM, M.Sc, Ph.D

Acara yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa teknik sipil baik S1, S2 maupun S3 ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pentingnya memiliki sertifikasi keahlian khususnya di era globalisasi dimana sertifikasi merupakan ukuran keahlian seseorang. Sesuai materi yang disampaikan Bapak Cakra Nagara, ST, MT, ME bahwa Indonesia memiliki jutaan tenaga konstruksi namun hanya sekitar 9 % saja yang sudah bersertifikat. Sertifikasi keahlian selain sebagai syarat keahlian seseorang benar-benar diakui juga diharapkan bisa meningkatkan manfaat lain khususnya di sisi peningkatan pendapatannya.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan jumlah tenaga ahli bersertifikat, BPTK juga sudah meluncurkan program distance learning yaitu program pelatihan jarak jauh dalam rangka menunjang tenaga ahli agar siap untuk ujian sertifikasi keahlian. Program tersebut adalah SIBIMA KONSTRUKSI (sisem informasi belajar intensif mandiri bidang konstruksi) yang dapat diakses melalui sibima.pu.go.id. Menurut Ibu Martalia Isneini, ST, ME, program tersebut dimaksudkan untuk memudahkan para tenaga ahli yang belum bersertifikat untuk menunjang dan memudahkan mereka memperoleh sertifikat keahlian. Layanan ini juga merupakan pelatihan intensif berupa pemberian materi dan ujian yang dilaksanakan secara online.

Selanjutnya, diharapkan kuliah umum ini dapat menggugah kesadaran mahasiswa betapa pentingnya sertifikasi keahlian sebagai pengakuan terhadap keahlian yang dimiliki juga untuk dapat bersaing dengan tenaga-tenaga ahli lain dalam membangun infrastruktur.

Dokumentasi :